Tekan Inflasi, Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah

Mohon maaf, saat ini sedang terjadi gangguan server yang berdampak pada beberapa layanan website seperti: JDIH DPRD, JDIH, Satu Data Toba, Diskominfo, PKK, LaporPak, TobaRegion, LPPD, PRP2, Dekranasda, eSurat, dan SSH (BKPAD). Tim kami sedang melakukan perbaikan secepat mungkin. Terima kasih atas pengertiannya.
Tekan Inflasi, Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah
Tekan Inflasi, Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah
  • Monday, 7 September 2026 - 15:07

TOBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian akan menggelar Gerakan Pangan Murah dalam waktu dekat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba, Sofian Sitorus, mengatakan Gerakan Pangan Murah ini lebih diarahkan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap harga pangan di pasaran. Dengan demikian, harga sejumlah kebutuhan pokok diharapkan dapat tetap terjangkau dan tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi.

"Jadi, tujuan utamanya adalah mengintervensi harga agar harga di pasar bisa turun," ujar Sofian, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang akan disediakan dalam Gerakan Pangan Murah di antaranya beras SPHP, telur, Minyakita, dan gula.

Menariknya, harga yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut akan mengikuti harga pembelian. Artinya, pemerintah tidak mengambil keuntungan dari penjualan komoditas pangan tersebut.

"Jadi, harga jual kita sama dengan harga beli. Tidak ada profit. Misalnya kita beli Rp45 ribu, kita juga jual Rp45 ribu," kata mantan Kepala Bappeda Kabupaten Toba tersebut.

Sofian berharap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat memberikan dampak terhadap harga kebutuhan pokok di pasar. Dengan adanya intervensi tersebut, harga diharapkan lebih stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Harapannya, ini bisa mengintervensi harga pasar sehingga harga dapat stabil dan daya beli masyarakat tetap mampu menjangkau harga produk yang disediakan di pasar," pungkasnya. (MC Toba)

Tinggalkan komentar